BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Meningkatnya
implementasi IT
mulai dari operasional bisnis biasa sampai ke jaringan perusahaan yang lebih
kompleks menyebabkan kebutuhan tenaga IT
tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang IT, tetapi juga non IT. Seiring dengan
kebutuhan tenaga kerja IT
yang diperkirakan akan terus meningkat, berbagai posisi atau jabatan baru di
bidang IT juga bermunculan. Jika
Anda berada berada di antara ratusan pelamar yang berharap mengisi beberapa
lowongan di bidang IT,
apa yang bisa membuat Anda berbeda dengan pelamar-pelamar lain? Lalu jika Anda
sudah menjadi salah satu bagian dari tenaga IT
dan ingin meniti
tangga karier, apakah yang bisa Anda lakukan untuk menegaskan kualitas Anda dibanding sekian
banyak rekan seprofesi Anda? Apa yang dapat menjadi jaminan untuk
perusahaan-perusahaan yang ingin membayar Anda untuk solusi IT yang dapat Anda
berikan kepada perusahaan?.
Salah satu
jawabannya adalah dengan mendapatkan pengakuan atau sertifikasi untuk bidang
spesialisasi Anda. Keterbatasan
kurikulum, dan keinginan untuk independen terhadap produk tertentu menjadi
kendala menghadapi perubahan tersebut. Di sisi lain kebutuhan tenaga kerja IT sering membutuhkan
kompetensi yang lebih spesifik, seperti pengalaman terhadap penggunaan software
tertentu yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Hal ini mendorong
turun tangannya para vendor untuk ikut terjun dalam program pendidikan yang
pada akhirnya melahirkan standar kompetensi atau sertifikasi. Oleh sebab itu, penulis mengambil judul “Sertifikasi di Bidang IT”
sebagai pendukung
makalah dari materi Etika Profesi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Teknologi
Informasi (IT)
merupakan teknologi yang selalu berkembang baik secara revolusioner
(seperti misalnya perkembangan dunia perangkat keras), maupun yang lebih
bersifat evolusioner (seperti yang terjadi pada perkembangan perangkat lunak).
Hal itu mengakibatkan bahwa
pekerjaan di bidang Teknologi Informasi menjadi suatu pekerjaan di mana
pelakunya harus terus mengembangkan ilmu yang dimilikinya untuk mengikuti
perkembangan Teknologi Informasi tersebut.
Sertifikasi
keahlian di bidang IT
dibutuhkan untuk mendapatkan pengakuan atau spesifikasi untuk bidang
spesialisasi anda. Seperti pengalaman terhadap penggunaan software tertentu
yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Selain itu Standar kompetensi
dibutuhkan untuk memudahkan bagi perusahaan atau instusi untuk menilai
kemampuan calon pegawai atau pegawainya.
Jelasnya sertifikasi IT adalah sebuah bentuk penghargaan dan pembuktian yang
diberikan kepada seorang individu karena dianggap memiliki keahlian dalam
bidang tertentu/spesifik.
B. TUJUAN
SERTIFIKASI IT
Sertifikasi
memiliki tujuan diantaranya membentuk tenaga praktisi yang berkualitas tinggi, membentuk standar kerja IT yang tinggi, dan pengembangan
profesional yang berkesinambungan.
C. JENIS SERTIFIKASI
Pada dasarnya sertifikasi ini dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu Vendor Based dan Vendor Neutral.
1. Vendor Based
Sertifikasi vendor based adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh vendor tertentu dan materi ujiannya jelas mengacu pada produk atau teknologi yang memang dirilis oleh vendor tersebut. Contoh vendor yang merilis sertifikasi ini diantaranya Microsoft, Cisco, Oracle, Symantec, HP, Huawei, dst. Contoh title sertifikasinya misalnya MCTS, MCP, OCP, CCNA, dst.
2. Vendor Neutral
Sesuai namanya, sertifikasi ini dirilis oleh suatu badan atau organisasi yg tidak terikat ke vendor manapun, dengan kata lain cakupannya global. Materi ujian untuk sertifikasi ini jelas sangat luas dan tentunya ka juga harus mengetahui produk dan teknologi dari multiple vendor. Dan karena cakupannya global maka sertifikasi Vendor Neutral umumnya memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan sertifikasi Vendor Based. Contoh organisasi yg merilis sertifikasi ini misalnya CompTIA serta EC-Council, dan contoh title sertifikasinya misalnya A+, Network+, CEP, CEH, dst.
BAB III
KESIMPULAN
A. KESIMPULAN
Sertifikasi IT adalah sebuah bentuk penghargaan dan pembuktian yang diberikan kepada seorang
individu karena dianggap memiliki keahlian dalam bidang tertentu / spesifik.
Sertifikasi
memiliki tujuan diantaranya membentuk tenaga praktisi yang berkualitas tinggi, membentuk standar kerja IT yang tinggi, dan pengembangan
profesional yang berkesinambungan.
Pada dasarnya sertifikasi IT ini
dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu Vendor Based dan Vendor
Neutral.
BAB IV
KRITIK DAN SARAN
A. KRITIK
Materi
Sertifikasi di Bidang IT masih
membutuhkan pemahaman yang dalam terhadap setiap pembahasannya.
Materi yang di sampaikan belum sepenuhnya sempurna dan masih terdapat kekurangan.
B. SARAN
Dibutuhkan
sumber informasi yang tepat dan sesuai dengan pembaca. Sertifikasi ini merupakan bentuk penghargaan yang berupa sertifikat khusus
yang biasanya disertai dengan title tertentu agar dapat dibuktikan kebenarannya.
